Jakarta, SBNNEWS.ID - Menteri Pertahanan (Menhan), Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman dan 25 RS TNI di RSPPN, Bintaro, Jakarta, Senin (19/2/2024).
Dalam laporannya, Prabowo mengungkapkan, pembangunan RSPPN Panglima Besar Soedirman terdiri dari 28 lantai dan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang membuatnya menjadi RS TNI terbesar di Indonesia saat ini.
“RSPPN memiliki fasilitas sebagai berikut: ruang inap 1.000 tempat tidur; ruang operasi 11; ruang intensive care/ICU/ICCU/NICU/PICU 90 tempat tidur; dan IGD 55 tempat tidur. Sehingga, (RSPPN) akan menjadi RS terbesar TNI,” kata Prabowo.
Prabowo juga menetapkan RSPPN Panglima Besar Soedirman ini sebagai rumah sakit pendidikan untuk para calon dokter dan dokter spesialis dari Universitas Pertahanan (Unhan).
“Rumah sakit ini menjadi rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran Universitas Pertahanan dan akan kerja sama dengan universitas lainnya di dalam dan luar negeri,” kata Prabowo.
Seperti diketahui RSPPN merupakan satu dari 25 RS militer yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia. RS tersebut dibangun oleh Kementerian Pertahanan RI di bawah kepemimpinan Menhan Prabowo Subianto dan telah diresmikan pada kesempatan yang sama oleh Presiden Jokowi secara hybrid.
Puluhan RS itu terdiri dari 11 RS TNI AD; 3 RS TNI AL; dan 6 RS TNI AU; yang lokasinya berada di sekitar pangkalan TNI dan pemukiman masyarakat.
“Selanjutnya, 21 RS lainnya yang akan diresmikan pada hari ini sebagai berikut: 11 RS TNI AD bertempat di Pangkalpinang, Padang, Aceh, Atambua, Bima, Gorontalo, Mamuju, Tanjung Selor, Samarinda, Manokwari dan Sorong. Sebanyak 3 RS TNI AL di Pontianak, Padang, dan Sorong. Serta 6 RS TNI AU di Solo, Malang, Madiun, Subang, Bandung dan Pekanbaru,” sambung dia.
Keberadaan rumah sakit-rumah sakit itu diharapkan akan bermanfaat bagi para prajurit TNI, keluarga TNI, serta masyarakat.
"Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah membangun RSPPN beserta 25 RS TNI lainnya dengan total 26 RS baru, di mana 5 RS lainnya telah terlebih dahulu diresmikan pada tahun 2023,” kata Prabowo.
RSPPN di Jalan Veteran Raya, Pesanggrahan, Jakarta, menempati bangunan 28 lantai di atas lahan 2,2 hektare. Rumah sakit itu, yang disebut Prabowo sebagai RS militer terbesar di Indonesia, memiliki luas bangunan 62.000 meter persegi dan menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk seluruh organ.
Beberapa fasilitas yang tersedia di RS Pusat Pertahanan Negara, antara lain ruang rawat inap berkapasitas 1.000 tempat tidur, ruang operasi sebanyak 11 unit, ruang perawatan intensif (ICU, ICCU, NICU, PICU) berkapasitas 90 tempat tidur, dan instalasi gawat darurat (IGD) berkapasitas 55 tempat tidur.
Layanan radiologi RSPPN juga dilengkapi alat-alat canggih, di antaranya DSA (digital subtraction angiography), MRI Tesla 3, CT scan, cath (catheterization) laboratory, panorama 360 derajat, dan USG empat dimensi.
RSPPN juga menyediakan layanan perawatan terpadu yang dilengkapi dengan alat-alat robotik dan laser untuk penyandang disabilitas dan penderita kelemahan kaki dan tangan.
RSPPN juga punya 30 unit mesin cuci darah (hemodialysis), dua unit alat terapi gangguan pembuluh darah, layanan generative medicine, serta layanan terpadu untuk kemoterapi dan operasi kanker.
Dalam acara itu, Presiden juga meresmikan 20 RS militer lainnya yang juga dibangun oleh Kemhan RI.
Sebelumnya Presiden Jokowi saat memberikan sambutannya dalam acara peresmian menyambut baik peruntukan RSPPN sebagai rumah sakit pendidikan.
“Saya berharap dengan fasilitas yang sangat modern ini RSPPN dapat menjadi rujukan, menjadi rumah sakit pendidikan, dan yang tidak kalah penting, rumah sakit ini bisa menjadi rumah sakit tanggap bencana,” kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi meresmikan RSPPN didampingi Menhan Prabowo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI (Purn.) M. Herindra, Sekretaris Jenderal Kemhan Marsekal Madya TNI Donny Ermawan Taufanto, dan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. (Casandra Editya)





Posting Komentar