Yahukimo, SBNNEWS.ID - Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, memimpin langsung operasi pencarian sekaligus evakuasi jenazah sepasang suami istri Orang Asli Papua (OAP) yang ditemukan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, Jumat. (24/07/2026)
Operasi evakuasi tersebut dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) dengan melibatkan personel Satgas Habema. Menurut Pangkoops, pelaksanaan tugas berlangsung di wilayah dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi.
Pasalnya, lokasi penemuan korban berjarak sekitar 65 kilometer dari pusat Kabupaten Yahukimo dan hanya dapat dijangkau melalui jalur darat yang terjal dan berat.
“Saya memimpin langsung jalannya operasi untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi korban dapat berlangsung secara optimal, meskipun dihadapkan pada tantangan medan yang sulit serta potensi gangguan keamanan di lokasi,” tegas Mayjen Yudha Airlangga.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pihak TNI menyatakan bahwa kedua korban tewas akibat pembunuhan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata OPM. Namun terkait identitas pelaku serta dari komando daerah perwakilan mana kelompok tersebut berasal, saat ini masih dalam tahap verifikasi secara independen guna memastikan keakuratan informasi.
Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, jenazah kedua korban telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Dua jenazah korban dibawa ke RSUD Dekai guna menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, sementara satu orang perempuan dari Suku Unaukam hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan," ujar jenderal bintang dua yang juga menjabat sebagai Komandan Komando Operasi Khusus (Dankoopssus) TNI ini.
Mayjen TNI Yudha Airlangga yang juga alumni Akmil tahun 1997 menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen TNI untuk terus memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kehilangan orang-orang tercinta akibat tindak kekerasan merupakan luka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Papua yang mendambakan kehidupan yang aman dan damai,” ujar mantan Wadanjen Kopassus TNI-AD ini
Mayjen TNI Yudha Airlangga juga mengatakan kalau dalam operasi tersebut personelnya sempat terlibat baku tembak dengan anggota OPM saat proses evakuasi tiga jenazah warga sipil yang ditembak organisasi tersebut di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.
"Pada saat tim evakuasi bergerak menuju lokasi jenazah, keberadaan OPM sempat terdeteksi dan terjadi kontak tembak dengan kelompok tersebut yang berada di sekitar area kejadian," kata Komandan Satuan 81/Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus ini .
Namun menurut dia, personel Koops TNI Habema tetap mengutamakan keselamatan seluruh anggota tim dan memastikan proses evakuasi dapat dilanjutkan.
Yudha yang juga menantu dari Mayjen TNI (Purn) Chairawan K. Nusyirwan ini menjelaskan bahwa saat mendatangi lokasi, posisi jenazah sudah bergeser tidak jauh dari lokasi pembunuhan. Di sana personel hanya menemukan dua jenazah.
Bersamaan dengan proses pencarian jenazah, Yudha memastikan pasukannya akan terus memperketat pengamanan wilayah demi menjaga keselamatan warga sipil yang tinggal di sekitar lokasi tersebut.
"Perlindungan terhadap masyarakat akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas," kata mantan Danyon 811/Aksus, Satuan 81/Gultor Kopassus ini.
Diketahui, Koops TNI Habema sedang mengejar anggota OPM yang membunuh tiga warga sipil. Warga sipil yang dibunuh pada Senin (21/7) itu terdiri atas sepasang suami istri dan seorang perempuan dari Suku Unaukam.
"Menindaklanjuti kejadian tersebut, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Kepala Penerangan Koops Letkol (Inf.) Wirya Arthadiguna. (N. Irawan Ranoe/Penkoops TNI Habema)




Posting Komentar