Dimana acara kirab tersebut menghadirkan perpaduan nuansa kenegaraan, budaya, dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
Prosesi kirab diawali dari mimbar kehormatan Istana Merdeka dengan penyerahan duplikat Bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi. Kedua benda bersejarah tersebut diserahkan oleh Perwira Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) kepada Tim Purna Paskibraka Duta Pancasila untuk selanjutnya diarak menuju Monas.
Duplikat Bendera Merah Putih dibawa oleh Nindya Eltsani Fawwaz, Purna Paskibraka Tahun 2025 yang mewakili Provinsi Jambi. Sementara itu, Bianca Alessia Christabella Lantang, Purna Paskibraka Tahun 2025 asal Provinsi Sulawesi Utara, dipercaya membawa teks Proklamasi.
Kedua benda bersejarah tersebut kemudian dibawa menuju Monas menggunakan Kereta Kencana Garuda Prabayaksa. Kemeriahan arak-arakan semakin terasa dengan hadirnya 45 pasukan motoris, 170 taruna/taruni yang tergabung dalam Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian.
Bahkan sekitar 120 pasukan berkuda juga turut ambil bagian dalam kirab tersebut semakin memperkuat nuansa seremoni sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan dari sepanjang rute yang dilalui.
Tidak ketinggalan, pasukan Nusantara turut mengiringi perjalanan. Mereka tampil mengenakan beragam busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman pakaian tradisional tersebut menjadi gambaran nyata kekayaan budaya Nusantara yang berpadu dalam satu perayaan kemerdekaan.
Antusiasme warga pun terlihat sepanjang jalur kirab. Ribuan masyarakat memadati rute perjalanan, melambaikan tangan kepada rombongan, serta mengabadikan momen bersejarah tersebut menggunakan telepon seluler. Kehadiran masyarakat membuat suasana kirab semakin meriah, sekaligus menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Prosesi tersebut menandai berakhirnya perjalanan kirab sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka. (Wawan)






Posting Komentar