Bogor, SBNNEWS.ID - Prajurit Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam) 1 Marinir bersama Batalyon Intai Khusus ke-3 Marinir Korea Selatan (ROKMC) menggelar simulasi taktik satuan kecil (small unit tactics) di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026).
Latihan militer ini mencatat sejarah sebagai ajang perdana yang mempertemukan detasemen intai amfibi kedua negara di Indonesia.
Latihan ini resmi dibuka secara langsung oleh Komandan Detasemen Intai Para Amfibi 1 Marinir (Dandenipam 1 Mar) Letkol Marinir Aris Moko. Agenda ini merupakan kelanjutan dari rangkaian latihan bersama (Latma) ROK-INDO MARINEX 2026.
Latihan bersama ini merupakan bagian dari kerja sama militer antara Indonesia dan negara sahabat. Selain meningkatkan kesiapan operasional, kegiatan tersebut bertujuan membangun kesamaan pemahaman, komunikasi, dan koordinasi dalam menghadapi berbagai karakteristik medan serta situasi penugasan yang semakin kompleks dan dinamis.
Komandan Denipam 1 Marinir Letkol Mar. Aris Moko mengingatkan prajurit untuk menjaga disiplin penuh selama menjalankan skenario tempur regu.
“Prajurit harus mengikuti latihan ini secara serius, disiplin, dan bertanggung jawab sebagai wujud profesionalisme prajurit pasukan khusus Korps Marinir,” kata Aris, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Jumat (21/8/2026).
Aris menerangkan, sesi ini sekaligus menjadi ajang saling bertukar pengalaman tempur demi memperkuat kekompakan antara prajurit Korps Marinir TNI AL dan Korea Selatan di medan operasi.
"Latihan ini bukan hanya tentang kemampuan bertempur, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi, koordinasi, serta kepercayaan individu, tim maupun satuan. Melalui latihan bersama, setiap personel dapat belajar dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi berbagai situasi operasi secara profesional," tegas Dandenipam 1 Marinir.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi Tactical Combat Casualty Care (TCCC) kepada seluruh peserta latihan sebagai bekal penting dalam meningkatkan kemampuan prajurit memberikan pertolongan pertama dan penanganan korban secara tepat di tengah situasi operasi maupun kondisi medan yang dinamis.





Posting Komentar