SBNNEWS.ID - TNI Angkatan Darat (TNI AD) bersama US Army resmi memulai Latihan Bersama (Latma) Ksatria Warrior 2026 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Baturaja, Sumatera Selatan, Sabtu (15/8/2026). Latihan bilateral ini dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas dan sinkronisasi taktik tempur modern guna menghadapi dinamika tantangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Satuan elit Yonif 502/UY/18/2 Kostrad terlibat aktif dalam kolaborasi taktis bersama personel US Army dari 100th Battalion, 442nd Infantry Regiment. Sebagai iterasi kedua, latihan tingkat kompi ini memfokuskan pada pendalaman teknik tempur, mulai dari pertukaran prosedur operasional standar (SOP) hingga pengasahan kemampuan olah yudha yang terintegrasi di medan hutan tropis.
Komandan Latihan, Kolonel Inf Slamet, S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa keberhasilan latihan ini diukur dari efektivitas komunikasi dan soliditas kerja sama di lapangan. Menurut Waaspers Kaskostrad tersebut, momen ini merupakan wadah penting bagi prajurit kedua negara untuk saling belajar dan memperkuat disiplin keprajuritan yang tinggi guna membangun kekuatan militer yang kredibel.
Selain simulasi tempur, agenda tahun ini mencakup proyek peningkatan infrastruktur latihan oleh tim zeni, termasuk perbaikan jalan akses dan pembangunan zona pendaratan helikopter (HLZ). Uniknya, Latma Ksatria Warrior 2026 juga dimeriahkan dengan kegiatan 'Culture Day' dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Prajurit TNI AD dan US Army berpartisipasi dalam berbagai perlombaan tradisional seperti tarik tambang dan balap karung sebagai simbol persahabatan.
Lieutenant Colonel Joseph Esminger dari US Army turut mengapresiasi interaksi langsung antar-prajurit yang mempererat hubungan emosional kedua negara. Kolaborasi strategis ini diharapkan menjadi momentum krusial untuk memperkokoh kemitraan pertahanan bilateral Indonesia-Amerika Serikat serta menjamin kesiapan operasional prajurit dalam menjaga stabilitas keamanan regional secara profesional.



Posting Komentar