Jakarta, SBNNEWS.ID - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan TNI AD mulai menyiapkan prajurit untuk rencana pengiriman pasukan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah bergabung dalam Board of Peace yang digagas Presiden AS Donald Trump untuk mendorong upaya perdamaian di Gaza, Palestina. Seiring dengan keputusan tersebut, TNI AD mulai melakukan langkah awal penyiapan personel.
Adapun sebelumnya pada bulan November tahun lalu, Presiden melalui Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pernah mengungkapkan rencana mengirim pasukan perdamaian ke Gaza melalui koordinasi dengan Yordania.
Menurut Sjafrie ketika itu, prajurit yang akan diberangkatkan adalah personel dengan spesifikasi kesehatan dan konstruksi, bukan pasukan tempur.
Jenderal Maruli menyampaikan hingga saat ini proses koordinasi terkait penugasan pasukan perdamaian tersebut masih terus berjalan.
Penentuan kebutuhan personel, termasuk jumlah dan spesifikasinya, akan ditetapkan setelah adanya arahan resmi dari pihak yang mengoordinasikan misi di wilayah konflik.
“Itu kan masih terus berjalan ya. Jadi, kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI, lalu nanti ke Mabes AD, membutuhkan personel yang berkarakter apa, nanti kami siapkan,” kata Maruli usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI–Polri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026), dikutip Antara.
Maruli menyebut TNI AD telah mulai melakukan persiapan awal terhadap prajurit yang akan disiapkan. Fokus penyiapan diarahkan pada karakter pasukan perdamaian, termasuk unsur kesehatan dan dukungan kemanusiaan.
Jumlah dan lokasi penugasan belum final
Terkait lokasi penugasan, Maruli menegaskan keputusan pengiriman pasukan, apakah ke Gaza atau wilayah lain seperti Lebanon, bukan berada di kewenangan TNI AD
“Lebih baik bertanya ke Mabes TNI. Kalau kami hanya penyiapan pasukan saja,” ujarnya.
Ia juga menambahkan jumlah personel yang disiapkan masih bersifat estimasi dan belum bersifat final. Kekuatan pasukan yang dipersiapkan dapat mencapai satu brigade atau bahkan lebih, tergantung kebutuhan misi.
“Bisa satu brigade, 5.000 sampai 8.000 mungkin. Tapi masih bernego semua, belum pasti. Jadi, belum ada kepastian angka sampai sekarang,” katanya.
Selain itu, Jenderal berusia 55 tahun itu menyebut belum dapat memastikan kapan pengiriman pasukan Dewan Perdamaian tersebut akan direalisasikan. Seluruh tahapan masih menunggu keputusan dan arahan lanjutan dari otoritas yang berwenang di tingkat pusat dan internasional. (Casasndra Editya)



Posting Komentar