Jakarta, SBNNEWS.ID - Sebanyak 23.677 penonton yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat malam, menjadi saksi lahirnya wajah baru tim nasional Indonesia di bawah arahan John Herdman.
Sejak diperkenalkan sebagai pelatih pada Januari lalu, Herdman berkali-kali menjanjikan identitas permainan baru untuk skuad Garuda. Lima bulan berselang, janji tersebut mulai terlihat nyata di atas lapangan. Kemenangan telak 3-0 atas Oman pada FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026) menjadi bukti paling jelas.
Meski belum sempurna, banyak pihak menilai laga ini sebagai penampilan terbaik Indonesia sejak ditangani pelatih asal Inggris tersebut. Kemenangan ini tidak hanya bernilai tiga gol tanpa balas. Indonesia juga berhasil mengakhiri catatan buruk saat menghadapi Oman yang bertahan selama 38 tahun.
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman meminta timnya tetap rendah hati setelah mengalahkan Oman. Ini kemenangan kedua Herdman bersama timnas dan sekaligus memutus rekor tanpa kemenangan melawan Oman selama 38 tahun.
"Kami harus tetap rendah hati. Seperti yang dikatakan Emil (Audero), besok kami harus melupakan kemenangan ini dan fokus pada pertandingan berikutnya," kata Herdman pada jumpa pers pascapertandingan di SUGBK.
Laga berikutnya adalah menghadapi Mozambik di tempat sama pada Selasa (9/6/2026) pukul 20.00 WIB. Indonesia mengincar kemenangan untuk terus berkembang sebagai tim yang memperbaiki peringkat FIFA.
Herdman mengatakan kualitas permainan timnya tidak sempurna, namun berhasil mengontrol laga melawan Oman.
Ia menilai timnya menunjukkan perkembangan daripada saat dikalahkan Bulgaria 0-1 pada Maret.
Dia berterima kasih atas penyelamatan penalti dari Emil pada fase akhir babak pertama yang membuat timnya tetap memegang momentum.
"Kami akan terus berkembang, terus berusaha, dan berharap para suporter terus datang mendukung pertandingan kami pada hari Selasa nanti. Semoga jumlahnya lebih banyak lagi," kata pelatih asal Inggris itu.
Herdman berharap timnya melanjutkan hal-hal positif dari pertandingan ini dan pada saat yang sama memperbaiki yang kurang dari permainan tim Garuda.
"Kami melihat hal-hal yang bagus, tetapi kami juga melihat area-area yang harus diperbaiki," kata dia, seraya mengatakan masih banyak yang perlu ditingkatkan oleh timnya.
Sementara itu pelatih Oman, Tarik Sektioui, bahkan mengakui bahwa peringkat FIFA saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas sebenarnya yang dimiliki Indonesia.
Menurutnya, perkembangan tim Garuda dalam beberapa tahun terakhir membuat mereka jauh lebih kuat dibandingkan posisi yang saat ini mereka tempati di ranking dunia.
Meski statistik penguasaan bola hanya menunjukkan keunggulan tipis Indonesia dengan 57 persen berbanding 43 persen, jalannya pertandingan memperlihatkan dominasi penuh skuad Garuda. Indonesia mampu mengontrol tempo permainan, menekan lawan sejak awal, dan menciptakan peluang yang lebih berbahaya.
Yang lebih mengesankan, dominasi tersebut terjadi saat Indonesia belum diperkuat sejumlah pemain penting seperti Jay Idzes, Thom Haye, Mees Hilgers, Miliano Jonathans, dan Marselino Ferdinan. (Kasiono)



Posting Komentar