Jakarta, SBNNEWS.ID - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III) Letjen TNI Lucky Avianto memimpin langsung operasi pengejaran sisa kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang telah membunuh tiga warga asli Papua di wilayah Yahukimo beberapa hari lalu.
Dukungan kekuatan udara pun juga ikut dikerahkan, termasuk dua unit helikopter tempur guna menyisir wilayah yang tertutup hutan lebat di Pegunungan Papua.
Dalam operasi ini, Letjen Lucky didampingi Kepala Staf Kogabwilhan Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, Asisten Intelijen Brigjen TNI Tanjung, serta Asisten Operasi Brigjen TNI Patar Sitorus.
Letjen Lucky menegaskan pengejaran akan terus dilakukan tanpa henti oleh Satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III terhadap kelompok separatis yang dikenal sangat sadis dalam melancarkan aksinya.
“Mereka bukan hanya menyasar warga pendatang atau warga negara asing, melainkan juga warga asli Papua sendiri menjadi sasaran kekejaman mereka,” tegas Letjen Lucky yang juga pernah menjadi Pangdam XXIV/Mandala Trikora ini menjelaskan.
Lulusan terbaik Akmil 1996 peraih medali Adhi Makayasa yang karir militernya dibesarkan di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI-AD ini mengatakan, eskalasi tindakan keji OPM belakangan ini terjadi karena mereka semakin terdesak. Dukungan masyarakat telah menjauh, bahkan banyak anggotanya sendiri yang tidak sanggup lagi mengikuti perilaku biadab kelompok tersebut.
Peristiwa bermula Jumat (24/7/2026), saat pasukan TNI hendak menangkap kelompok yang sebelumnya melarikan diri ke Kampung Kali Fis, Distrik Awingbon, Kabupaten Pegunungan Bintang—setelah mengganggu proses evakuasi tiga jenazah warga yang mereka bunuh di Yahukimo—kelompok OPM justru menembaki pasukan TNI secara membabi-buta.
Menghadapi serangan itu, Satgas TNI mengambil tindakan tegas sesuai Undang-Undang, peraturan yang berlaku, serta aturan penggunaan kekuatan atau Rules of Engagement (ROE) guna memastikan setiap langkah tetap menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia. Baku tembak berakhir dengan satu anggota OPM tewas, sementara sisanya melarikan diri ke dalam belantara rimba Papua.
Letjen Lucky yang pernah menjabat sebagai Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema ini menegaskan, operasi ini adalah bukti nyata TNI tidak akan pernah ragu bertindak tegas dalam situasi genting, berpegang teguh pada prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto: keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.
Terakhir, mantan Komandan Grup 1/Para Komando Kopassus ini mengeluarkan ultimatum keras kepada kelompok OPM untuk segera menghentikan aksi kejahatan terhadap masyarakat dan menyrahkan senjata untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi.
“Kami mengultimatum seluruh anggota TPNPB-OPM untuk menghentikan seluruh aksi kejahatan kemanusiaan, segera menyerahkan senjata, dan kembali bergabung ke pangkuan Ibu Pertiwi sebelum TNI mengambil tindakan tegas dan menyeluruh terhadap kelompok separatis bersenjata tersebut,” ujar mantan Danyonif Raider 500/Sikatan dan Danyonif Raider 400/Banteng Raider ini menegaskan. (N. Irawan Ranoe)




Posting Komentar