Hal tersebut disampaikan Presiden dalam amanatnya pada Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (29/7/2026).
“Masa depan milik Saudara-saudara sekalian. Kami di sini bekerja dan mengabdi untuk membuka jalan bagi Saudara-saudara sekalian. Saudara adalah anak-anak kami yang kami siapkan untuk menjaga Republik ini setelah kami sudah tidak ada,” ucap Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa para Pamong Praja Muda harus mempersiapkan diri menjadi pemimpin terbaik yang mampu menggerakkan birokrasi pemerintahan dan memastikan setiap program pembangunan terlaksana secara efektif. Kepala Negara menekankan bahwa keberhasilan berbagai gagasan, rencana, dan kebijakan pemerintah sangat bergantung pada implementasi yang baik di lapangan.
“Saudara harus menjadi pemimpin-pemimpin yang terbaik. Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan. Gagasan yang paling besar, rencana yang paling besar, dan kebijakan-kebijakan yang paling baik, apabila tidak dilaksanakan di lapangan, maka gagasan besar itu akan kandas, rencana terbaik itu tidak akan tercapai,” tutur Presiden Prabowo yang merupakan alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1974 ini.
Presiden Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan potensi dan kekayaan alam yang melimpah. Menurut Kepala Negara, besarnya potensi tersebut menjadikan Indonesia sejak lama menjadi sasaran berbagai kepentingan bangsa lain, sehingga persatuan nasional harus terus dijaga.
“Divide et impera, pecah belah dan berkuasa. Itu adalah hukum mereka, itu adalah ilmu mereka. Divide et impera, pecah belah. Pecah belah antara suku, pecah belah antara agama. Pecah belah antara ras, pecah belah antara kelompok etnis, pecah belah antara golongan,” tutur Presiden yang pernah menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh kualitas pemerintahan dalam negeri. Kepala Negara menekankan bahwa birokrasi harus dijalankan secara profesional, disiplin, bersih dari korupsi, serta senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat.
“Untuk sebuah negara kuat dan berhasil, negara itu memerlukan suatu pemerintahan dalam negeri yang unggul, yang efisien, yang disiplin, dan yang paling penting, pemerintahan dalam negeri yang tidak korup, yang cinta Tanah Air, yang mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan yang lain,” tegas mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI-AD ini.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia sebagai negara maju, modern, mandiri, serta mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat semakin mendekati kenyataan. Kepala Negara juga menyampaikan bahwa berbagai proyeksi dunia menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dalam beberapa dekade mendatang.
“Cita-cita besar itu sudah di ambang kenyataan. Semua pakar dunia meramalkan bahwa 25 tahun lagi Indonesia akan menjadi ekonomi keempat di dunia, di atas Prancis, Jerman, dan Inggris,” tutur mantan Komandan Grup 3/Pudik Passus Kopassus ini.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antarlembaga dan seluruh elemen bangsa. Presiden meminta para Pamong Praja Muda untuk menjadi pemimpin yang rendah hati, mampu membangun kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, serta menjunjung tinggi semangat saling menghormati dan saling menguatkan.“Saya percaya bahwa lulusan IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026 adalah putra-putri terbaik bangsa yang memiliki semangat pengabdian, disiplin, keberanian, dan integritas,” tutur Presiden yang pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara (Danyonif Linud) 328/Dirgahayu, Kostrad ini.
Untuk itu menjelang akhir amanatnya Presiden Prabowo berpesan kepada para PPM untuk mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap pengabdian sebagai aparatur pemerintahan.
“Bekerjalah dengan hati tanpa kesombongan. Selalu dekat dengan rakyat, selalu membela rakyatmu. Kalau ragu-ragu, berpihaklah kepada rakyatmu. Kalau kau ragu-ragu mengambil keputusan, tanya kepada dirimu, mana yang menguntungkan rakyat,” pesan Presiden.
Presiden turut menegaskan bahwa seorang pamong praja harus memiliki kecintaan yang tulus kepada tanah air dan seluruh rakyat Indonesia. Selain itu, Kepala Negara meminta seluruh pamong praja untuk terus berpegang teguh pada Pancasila dalam menjalankan tugas.
“Jangan punya kesetiaan sempit. Negara kita besar, banyak suku, banyak agama, banyak ras, banyak kelompok etnis. Semua satu keluarga. Semua suku adalah saudaramu. Semua agama adalah saudaramu. Semua ras adalah saudaramu. Semua kelompok etnis adalah saudaramu,” ucapnya.
Tidak hanya Pancasila, Presiden juga mengingatkan para pamong praja untuk senantiasa berpegang teguh pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kepala Negara menekankan bahwa UUD 1945 merupakan wujud cita-cita para pendiri bangsa yang lahir dari perjuangan panjang melawan penjajahan.“Undang-Undang Dasar negara kita, yaitu Undang-Undang Dasar 1945, itu adalah murni suara kemerdekaan, murni suara cita-cita pendiri bangsa kita. Jangan pernah hianati pendiri-pendiri bangsa kita,” kata Wakil Komandan Detasemen (Wadanden) 81/Anti Teror ke-1 Kopassus ini.
Mengakhiri amanatnya, Presiden menyampaikan harapannya kepada para PPM untuk menjaga nama baik keluarga dan almamater. Presiden turut berharap agar para PPM dapat menjadi aparatur yang membanggakan seluruh rakyat Indonesia melalui dedikasi dan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.
“Selamat berjuang. Semoga Tuhan yang Maha Esa, Tuhan yang Maha Kuasa, senantiasa memberi kekuatan, petunjuk, dan perlindungan kepada kalian semua di manapun kalian bertugas dan mengabdi. Dan tentunya semoga Tuhan yang Maha Esa selalu bersama kita. Indonesia menanti pengabdianmu,” tandasnya.






Posting Komentar