Selain itu, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto juga menerima brevet Korps Marinir. Dengan demikian, mereka sah menjadi warga kehormatan Korps Marinir TNI AL.
Penyematan brevet Korps Marinir dipimpin Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Muhammad Ali selaku Inspektur Upacara dengan didampingi Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI Dr. Endi Supardi.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan Keputusan Panglima Korps Marinir Nomor KEP/125/VIII/2026 tentang Pengangkatan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir serta Penganugerahan Brevet Kehormatan Korps Marinir.
Penganugerahan warga kehormatan Korps Marinir tersebut berlangsung di Pantai Todak, Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 9 Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026), setelah peninjauan Latihan Terintegrasi TNI 2026.
Dalam prosesi pengukuhan sebagai warga kehormatan tersebut, para pejabat tersebut juga menerima brevet kehormatan antiteror aspek laut, brevet kehormatan intai amfibi, dan brevet kehormatan komando Korps Marinir.
“Sebagai bentuk penghormatan atas dukungan dan kontribusi dalam memperkuat kemampuan serta profesionalisme Korps Marinir TNI AL,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI.
Lebih lanjut, Puspen TNI menyatakan, penganugerahan warga kehormatan dan brevet kehormatan Korps Marinir yang bertepatan dengan pelaksanaan Latihan Terintegrasi TNI 2026 menjadi simbol soliditas dan sinergi antara TNI dan Kementerian Pertahanan RI.
“Dalam membangun kekuatan pertahanan yang profesional, modern, adaptif, dan siap menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tulis Puspen TNI.
Usai upacara, Menhan RI menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. Ia mengatakan pengukuhan ini bukan sekadar simbol, melainkan amanah besar untuk terus mendukung kemajuan Korps Marinir.
"Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi saya menjadi Warga Kehormatan Korps Marinir serta dianugerahi Brevet Kehormatan Anti Teror Aspek Laut, Intai Para Amfibi, dan Komando Korps Marinir," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penghargaan itu mengikat moral dirinya untuk selalu mendukung penguatan Korps Marinir sebagai pasukan pendarat yang profesional, tangguh, modern, dan siap menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pantauan di lokasi, upacara berlangsung dengan khidmat di tengah suasana pantai yang menjadi saksi tradisi kebanggaan Korps Marinir. Pengukuhan ini sekaligus mempertegas posisi strategis Korps Marinir dalam sistem pertahanan negara.
Dengan pengangkatan tersebut, jumlah Warga Kehormatan Korps Marinir kini bertambah menjadi 54 orang. Tradisi pembaretan ini merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi di lingkungan Korps Marinir yang telah dianugerahkan kepada sejumlah tokoh nasional, di antaranya Presiden RI ke-6 Jenderal TNI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Warga Kehormatan ke-21.
Menhan Purnomo Yusgiantoro Warga Kehormatan ke-26, Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Warga Kehormatan ke-34, Presiden RI Jenderal TNI (Hor) Prabowo Subianto Djojohadikusumo yang menerima pengangkatan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir saat menjabat Menhan ke-47, serta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto Warga Kehormatan ke-49.
Pengangkatan Warga Kehormatan Korps Marinir menjadi salah satu rangkaian kegiatan setelah para pejabat negara dan pimpinan TNI meninjau Latihan Integrasi TNI 2026 di daerah Latihan TNI AL Dabo Singkep.
Momentum tersebut menjadi wujud penghormatan Korps Marinir kepada para pemimpin bangsa yang dinilai memiliki komitmen, kepedulian, dan kontribusi nyata terhadap kemajuan Korps Marinir serta pembangunan kekuatan pertahanan negara. (N. Irawan Ranoe/Puspen TNI)





Posting Komentar