Pengamat Pertahanan: Alih Kodal tiga Yonif ke Kostrad dapat tingkatkan Kualitas dan Kapabilitas

Personel Kostrad memakai seragam PDL baru saat perayaan HUT Kostrad ke-65 yang berlangsung di Lapangan Markas Divisi Infanteri I Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026). (Foto: Ant)

Jakarta, SBNNEWS.ID - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak secara resmi memimpin prosesi alih Komando Pengendalian (kodal) terhadap tiga Batalyon Infanteri (Yonif) di lingkungan TNI Angkatan Darat pada Senin, 3 Agustus 2026.

Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari reorganisasi struktur guna meningkatkan kesiapsiagaan operasional dan profesionalisme prajurit dalam menghadapi dinamika ancaman multidimensi.

Ketiga satuan yang mengalami peralihan komando tersebut adalah Yonif 753/Arga Vira Tama (AVT) dan Yonif 756/Wimane Sili (WMS) yang sebelumnya di bawah Kodam XVII/Cenderawasih serta Yonif 310/Kidang Kencana yang sebelumnya di bawah Kodam III/Siliwangi.

Melalui alih kodal ini, ketiga Batalyon Infanteri tersebut yang semula berada di bawah kendali komando wilayah (Kodam) kini resmi diintegrasikan ke dalam jajaran Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Maruli menegaskan bahwa perubahan struktur ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan di tubuh TNI AD. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mendongkrak kapabilitas, profesionalisme, dan efektivitas pengerahan pasukan di lapangan.

“Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kesiapan operasional satuan dan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan, profesionalisme, serta kesiapsiagaan operasional dalam menghadapi berbagai tantangan tugas,” ujar Maruli.

Ia menambahkan bahwa TNI AD berkomitmen untuk terus membenahi kualitas kepemimpinan dan struktur organisasi. “Upaya ini guna mewujudkan matra darat yang modern, adaptif, dan profesional,” tegasnya.

Menanggapi kebijakan tersebut, Analis Pertahanan dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Fauzan Malufti, menilai bahwa alih kodal ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas tempur ketiga batalyon tersebut.

“Idealnya, alih kodal ini akan meningkatkan kapabilitas dan kualitas ketiga batalion, mengingat unit-unit Kostrad biasanya mendapatkan perlengkapan (well-equipped) dan pelatihan (well-trained) yang lebih intensif dibandingkan unit teritorial,” jelas Fauzan.

Kendati demikian, Fauzan memberikan beberapa catatan strategis terkait urgensi pemindahan komando pengendalian ini.

“Yang menjadi pertanyaan juga apakah alih kodal ini bagian dari upaya untuk membuat komando teritorial lebih fokus ke urusan-urusan teritorial dengan memindahkan satuan tempur ke Kostrad sementara Kodam lebih fokus ke Yonif TP,” katanya.

Secara khusus, pergeseran kodal bagi Yonif 753/AVT dan Yonif 756/WMS yang berbasis di Papua dipandang sebagai langkah penting untuk memperkuat stabilitas keamanan wilayah timur Indonesia.

Pihak Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan bahwa pemindahan kedua Batalyon Infanteri tersebut ke jajaran Kostrad diyakini akan meningkatkan efektivitas pembinaan prajurit, kesiapan tempur, serta memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam pengerahan pasukan.

“Alih Kodal Yonif 753/AVT dan Yonif 756/WMS ke Kostrad merupakan bagian dari penguatan tata kelola organisasi TNI AD untuk meningkatkan kesiapan operasional, profesionalisme prajurit, dan efektivitas pelaksanaan tugas,” tulis Kodam XVII/Cenderawasih. (N. Irawan Ranoe/IDF)


Click to Comment!

0/Post a Comment/Comments