
Konfresnsi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace (BoP) yang berlangsung di Donald J. Trump Institute, Washington, Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026. (Foto: Anadolu Agency)
Washington, SBNNEWS.ID - Indonesia resmi ditunjuk sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) dalam misi menjaga stabilitas keamanan di Jalur Gaza.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digelar di Donald J. Trump Institute, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026.
“Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi sebagai wakil komandan ISF,” ujar Jeffers, dikutip dari kanal YouTube The White House, Jumat, 20 Februari 2026.
Jeffers juga mengumumkan bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas dalam misi tersebut.
“Saya sangat senang mengumumkan hari ini bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas di ISF, yakni Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania,” lanjut Jeffers.
Jeffers menjelaskan bahwa ISF dibentuk dengan dua mandat utama, yakni menstabilkan situasi keamanan di Gaza dan memungkinkan pemerintahan sipil berjalan sesuai struktur yang telah ditetapkan oleh National Committee.
“ISF akan melakukan dua hal, yaitu menstabilkan lingkungan keamanan di Gaza dan memungkinkan tata kelola sipil berjalan sebagaimana ditetapkan oleh National Committee,” katanya.
Jeffers menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, tim ahli militer Amerika Serikat telah berada di lapangan untuk menyiapkan infrastruktur awal pembentukan ISF. Tim tersebut kini beroperasi dari pusat operasi gabungan yang akan menjadi markas besar seluruh struktur ISF.
Secara operasional, ISF akan dibagi ke dalam lima sektor wilayah. Setiap sektor akan ditempatkan satu brigade ISF sebagai bagian dari pendekatan bertahap dalam stabilisasi keamanan.
“Rencana kami adalah ISF akan ditempatkan di lima sektor berbeda, dan setiap sektor akan menerima satu brigade ISF,” jelas Jeffers.
Dalam jangka pendek, pengerahan pertama akan difokuskan di sektor Rafah, bersamaan dengan program pelatihan kepolisian.
Seiring perluasan bertahap dari satu sektor ke sektor lainnya, ISF menargetkan kekuatan jangka panjang sebesar 20.000 personel militer dan 12.000 polisi.
Upaya Keamanan Gaza
Dengan struktur sektor yang dirancang bertahap dan integrasi antara stabilisasi keamanan serta dukungan tata kelola sipil, ISF diproyeksikan menjadi kerangka keamanan multinasional untuk mendukung transisi di Gaza.
“Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran di masa depan dan perdamaian yang berkelanjutan,” pungkas Jeffers.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi besar dalam misi ISF guna mendukung stabilisasi keamanan di Gaza.
“Kami menegaskan kembali komitmen untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan. Kami siap mengerahkan pasukan tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam International Stabilazation Force guna memastikan upaya perdamaian ini berhasil,” kata Presiden Prabowo
Presiden Prabowo menambahkan bahwa meskipun akan muncul berbagai persoalan, upaya bersama pada akhirnya akan menghasilkan solusi damai yang langgeng bagi Palestina dan Gaza.
Kenapa RI yang ditunjuk ?
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF merupakan bentuk penghormatan lantaran menjadi salah satu negara yang mengirim pasukan terbanyak.
Sementara itu, selain RI, sejauh ini sudah ada empat negara lainnya yang mengumumkan akan mengirim pasukan untuk ISF di Jalur Gaza. Empat negara itu adalah Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.
Indonesia sendiri mengonfirmasi akan mengirim pasukan hingga 8 ribu personel atau lebih jika diperlukan untuk bergaung dengan ISF di Gaza. Pasukan ISF diperkirakan mencapai total 20 ribu personel.
"Undangan sebagai deputy commander biasanya, normanya, adalah pasukan terbanyak dikasih kehormatan untuk jadi force commander," ucap Sugiono kepada wartawan usai bertemu Menlu AS di Washington, Jumat (20/2/2026).
Sugiono menuturkan ISF memiliki satu komandan yang dipegang oleh Amerika dan tiga wakil komandan atau deputy commander.
"Salah satunya Deputy Commander bidang operasi. Karena pasukan Indonesia yang terbanyak di sana makanya ditunjuk deputy commander operational," papar Sugiono.
"Merupakan suatu kehormatan dan penghargaan lah ini terhadap track record Indonesia dan reputasi prajurit di berbagai medan penjaga perdamaian," tuturnya menambahkan.
Dalam kesempatan itu, Sugiono turut menegaskan bahwa kehadiran ribuan pasukan RI sebagai ISF di Jalur Gaza bukan untuk melakukan operasi militer.
Ia juga memastikan kehadiran pasukan RI di Gaza bukan untuk pelucutan senjata, apalagi demilitarisasi.
"Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil kedua belah pihak, terlibat dalam upaya-upaya kemanusiaan yang ada di sana," paparnya menambahkan.
Mengenai titik pengerahan, ia membenarkan bahwa personel RI akan ditempatkan terlebih dahulu di wilayah Rafah, Gaza selatan, dengan rincian teknis dan operasional lebih lanjut akan ditetapkan kemudian.


Posting Komentar