Profil Mayjen Trenggono yang jadi Waka BGN baru

Brigjen TNI Trenggono saat masih menjabat sebagai Direktur Umum Akademi Militer (Dirum Akmil) di Magelang tahun 2023-2024. (Foto: ist)

SBNNEWS.ID
- Presiden RI, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto mengangkat Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, menggantikan Sony Sanjaya, pada Selasa (2/6/2026) malam.

Mayjen Trenggono merupakan seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Dia aktif mengawal sejumlah program nasional, termasuk Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.

Trenggono lahir pada 21 November 1969 lulus dari pendidikan di Akademi Militer pada tahun 1993 dengan kecabangan Infanteri dan mengawali karirnya di pasukan elite, Komando Pasukan Khusus (Kopassus). 

Usai berdinas di Kopassus selama beberapa tahun dirinya pernah mengemban sejumlah jabatan strategis di TNI AD. Beberapa di antaranya Komandan Dandim 0704/Banjarnegara, Wadanmentarlat Akmil, Kadepmildas Akmil, dan Wadirbinlem Akmil. 

Mayjen Trenggono juga pernah mengemban tugas sebagai Komandan Rindam V/Brawijaya, Pamen Ahli Bidang OMSP Sahi Pangdam XIV/Hasanuddin, dan Paban Sahli Kasad Bidan Kamteror

Karirnya terus menanjak dimana pada 2023, Mayjen Trenggono dipercaya menjabat sebagai Direktur Umum Akademi Militer pada 2023-2024 sebelum berpindah tugas ke Lembaga Pengembangan dan Penelitian Angkatan Darat (Seskoad) di Jakarta. 

Di Jakarta, dia menjabat sebagai Direktur Pengkajian dan Pengembangan Seskoad pada 2024-2025. Selain itu, dia pernah menjadi SPa Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI pada 2025.

Adapun penggantian tersebut merupakan salah satu dari sejumlah pejabat BGN yang digantikan.

Presiden Prabowo Subianto mengangkat Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Dadan Hindayana. Selain itu, Agustina Arumsari menjadi Wakil Kepala BGN yang baru menggantikan Lodewijk Pusung.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan keputusan pergantian pimpinan BGN tersebut diambil Presiden setelah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja lembaga itu selama kurang lebih 1,5 tahun.

Menurut dia, dalam menjalankan tugas sehari-hari, Presiden terus memantau dan mengevaluasi kinerja seluruh kabinet, termasuk BGN serta menerima berbagai masukan dari kementerian terkait, masyarakat, dan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dia menjelaskan BGN memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Oleh karena itu, lembaga tersebut memerlukan tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai prinsip akuntabilitas. (N. Irawan Ranoe/Ant)


Click to Comment!

0/Post a Comment/Comments