Taruna Akmil diminta jaga Kekompakan dan meningkatkan Kompetensi

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago (baju krem), saat mengunjungi Akademi Militer (Akmil) untuk memberikan pembekalan dan motivasi kepada para taruna dan taruni di Magelang, Jumat (5/6/2026). (Foto: Humas Polkam)

Magelang, SBNNEWS.ID
- Para taruna-taruni Akademi Militer (Akmil) Magelang diingatkan untuk selalu menjaga kekompakan, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta meneladani prestasi para pendahulu bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan..

Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, mengunjungi Akademi Militer (Akmil) untuk memberikan pembekalan dan motivasi kepada para taruna dan taruni sebagai calon pemimpin TNI di masa depan di Magelang, Jumat (5/6/2026) 

Dalam arahannya, Menko Polkam mengungkapkan ada beberapa tokoh bangsa yang merupakan alumni Akademi Militer yang bisa dijadikan teladan antara lain Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn.) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden RI, Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto. 

Djamari Chaniago yang merupakan alumni Akmil tahun 1971 ini menyebut bahwa kedua sosok tersebut memiliki kesamaan esensial, yakni tidak pernah berhenti mempelajari hal baru, terutama melalui kecintaan mereka terhadap membaca.

“Perlu diingat oleh kalian, tiga orang Presiden RI berasal dari tentara, dan dua di antaranya lahir dari tempat ini (Akmil): Presiden SBY dan Presiden Prabowo. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu sangat senang membaca,” ujar Djamari Chaniago.

Menko Polkam kemudian berbagi kisah inspiratif saat dirinya berada dalam satu medan operasi bersama SBY muda. Di tengah situasi operasi yang dinamis, SBY ternyata tetap membawa buku di dalam ranselnya.

“Bahkan di tengah operasi tersebut, beliau sering mendapatkan pasokan buku dari garis belakang yang dikirimkan oleh sang istri,” kenang mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ini.

Begitu pula dengan Presiden Prabowo Subianto. mantan Kepala Staf Umum  (Kasum) TNI ini menyebut, Presiden Prabowo memiliki kecintaan dan komitmen yang luar biasa terhadap literasi dan pengetahuan.

“Di kediaman Presiden ada perpustakaan besar yang kira-kira mencapai satu setengah lantai. Sekitar 80% buku di sana membahas berbagai macam pertempuran di seluruh dunia, sekitar 15% tentang ekonomi, dan sisanya mencakup ilmu-ilmu yang lain,” tuturnya.

Djamari yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) ini juga menegaskan bahwa kegemaran untuk terus belajar erat kaitannya dengan peningkatan kualitas seorang perwira. Seiring dengan bertambahnya pangkat di pundak, maka kualitas diri dan wawasan juga harus terus ditingkatkan.

“Tanda pangkat itu adalah tanda kualitas. Jadi, ketika kamu berpangkat kapten, kualitasmu sebagai prajurit harus lebih tinggi dari seorang letnan. Saya pesan betul kepada kalian, bertugaslah dengan baik dan selalu menjadi contoh keteladanan,” tegas Menko Polkam.

Selain kualitas individu, Djamari yang juga pernah menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi ini juga  berpesan agar para taruna terus menjaga soliditas sesama. Terutama setelah dilantik menjadi perwira nanti.

“Saat kalian masuk menjadi taruna, mungkin kalian berbeda-beda. Namun setelah ada di sini, kalian adalah satu kesatuan. Ingat, TNI kuat karena kekompakan dan kebersamaan,” kata mantan Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2/Kostrad ini.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sinergitas dengan institusi lain, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Menurut Djamari, TNI dan Polri merupakan pilar utama bangsa dalam menjaga pertahanan dan keamanan negeri ini.

“Berdiri tegaknya negara ini tidak lepas dari topangan TNI dan Polri. Saat tulang punggung ini tidak lagi kokoh menopang, maka saat itulah negara kita berada dalam kesulitan. Sadari hal itu oleh kalian,” jelas mantan Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara (Danbrigif Linud) 18/Trisula-Kostrad ini.

Di hadapan para taruna, Menko Polkam juga menyelipkan sebuah kelakar militer yang sarat makna. Ia menyebut seorang perwira harus gagah perkasa di medan pertempuran, harus bijak dan disiplin di medan latihan, harus tekun dan ulet di meja belajar, serta harus pandai menyanyi sebagai sarana komunikasi dengan bawahan dan masyarakat.

“Agak janggal ya, mengapa harus pandai menyanyi? Namun intinya, dengan bisa menyanyi, kalian bisa dekat dengan prajuritmu. Dengan bisa menyanyi, kalian bisa dekat dan berkomunikasi bersama dengan rakyat. Artinya, pendekatan kepada masyarakat sangat menentukan peran kita sebagai tulang punggung bangsa,” tambahnya.

Menutup arahannya, Djamari yang juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0501/Jakarta Pusat ini  menekankan bahwa seorang perwira TNI harus memiliki ikatan emosional yang kuat dengan prajurit yang dipimpinnya dan selalu memperjuangkan kesejahteraannya.

“Jaga kedekatan dengan prajuritmu, anggotamu. Di saat kita dalam operasi dan berhadapan dengan pertempuran, di saat kamu terluka, bahkan di saat kamu gugur di situ, ingat, yang mengangkat mayatmu, yang pertama kali membalut lukamu, adalah anggotamu,” kata mantan Komandan Batalyon Infanteri Linta Udara (Danyonif Linud) 330/Tri Dharma-Kostrad ini mengakhiri.

Sementara itu, Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar, meyakini bahwa kehadiran dan pembekalan dari Menko Polkam memberikan manfaat yang sangat besar bagi para taruna maupun seluruh civitas akademika Akmil. Pengalaman, pandangan, serta nasihat yang dibagikan dinilai menjadi pedoman berharga bagi lembaga.

“Terima kasih kepada Bapak Menko Polkam yang di sela-sela kesibukannya masih menyempatkan diri untuk mengunjungi Akmil. Tentu ini menjadi sarana yang luar biasa untuk menambah wawasan bagi para taruna maupun civitas akademika di sini,” tutur Rano Tilaar.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Djamari didampingi sejumlah pejabat internal Kemenko Polkam di antaranya Sekretaris Kemenko Polkam, Letjen TNI Mochammad Hasan; Deputi I Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri (Poldagri) Kemenko Polkam, Mayjenl TNI Heri Wiranto, Deputi III Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa (Hanneg Kesbang) Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono dan Deputi V Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kemenko Polkam, Marsda TNI Eko D. Indarto, Staf Ahli dan staf khusus Menko Polkam. 

Sementara dari Akademi Militer hadir Wakil Gubernur Akmil, Brigjen TNI Pamungkas Agus, Dirbindik, Dirbinlem, Danmentar, para Kepala Departemen, Wadanmentar dan para Danyon Taruna. (N. Irawan Ranoe)


Click to Comment!

0/Post a Comment/Comments