SBNNEWS.ID - Personel Koramil Socah bersama santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilus Sholihin bergotong royong menuntaskan pemasangan tandon air di Desa Socah, Kecamatan Socah, Bangkalan, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Bhakti TNI AD untuk Rakyat guna menjamin ketersediaan akses air bersih di lingkungan pendidikan dan pemukiman warga.
Pekerjaan yang berlangsung akhir pekan ini memfokuskan pada pengangkatan dan penempatan tandon air ke atas rangka penyangga yang telah disiapkan. Proses teknis tersebut melibatkan sinergi antara dua personel TNI, empat pekerja sipil, serta 12 siswa SMP Sabilus yang bahu-membahu memastikan tandon terpasang dengan presisi. Kehadiran para santri dalam aksi fisik ini tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian generasi muda terhadap infrastruktur lingkungan mereka sendiri.
Hingga saat ini, progres pembangunan sumur bor beserta instalasi tandon air dilaporkan telah mencapai 90 persen. Setelah tahap pemasangan tandon di atas rangka selesai, tim teknis akan segera beralih ke tahap penyelesaian instalasi perpipaan dan pengecekan akhir sistem distribusi. Fasilitas ini dirancang untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi ratusan santri serta warga yang tinggal di sekitar area pesantren.
Danramil Socah, Kapten Cke Marsono, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan implementasi nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih adalah prioritas dalam menunjang kesehatan dan produktivitas masyarakat.
"Kami mengapresiasi semangat gotong royong para santri. Dengan ketersediaan air yang memadai, kami berharap aktivitas di Ponpes Sabilus Sholihin dapat berjalan lebih optimal tanpa kendala sanitasi," tegas Marsono.
Program pembangunan fasilitas air di Socah ini menjadi salah satu percontohan kolaborasi sipil-militer di wilayah Bangkalan. Pihak pesantren menyambut baik bantuan ini, mengingat akses air bersih yang stabil sangat krusial bagi operasional harian sekolah dan ibadah. Setelah seluruh instalasi tuntas dalam waktu dekat, pemeliharaan fasilitas diharapkan dapat dilakukan secara mandiri oleh pihak pengelola pesantren dan masyarakat setempat.

