Tiga unsur utama yang dikerahkan dalam operasi SAR ini meliputi KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. Selain kapal perang, Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten turut menerjunkan KAL Anyer I.3-64 dan Rigid Hulled Inflatable Boat (RHIB) Peucang guna menyisir sektor perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan korban.
Dukungan tambahan juga datang dari Lanal Lampung yang menyiagakan KAL Siaga untuk memantau aktivitas vulkanik sekaligus memperluas area pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengonfirmasi terdapat delapan orang di dalam speedboat tersebut.
Lima di antaranya adalah jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas (LKBN ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (Pewarta Lepas). Sementara tiga lainnya adalah kapten kapal Warta, ABK Surakman, dan pemandu Heriyanto.
Kronologi kejadian bermula saat rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB. Meskipun salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi pada pukul 14.42 WIB, seluruh komunikasi terputus total sejak pukul 15.04 WIB.
Pihak TNI AL menegaskan akan terus mengoptimalkan seluruh unsur operasionalnya hingga para korban ditemukan. Fokus pencarian kini diarahkan pada titik koordinat terakhir yang dikirimkan jurnalis sebelum hilang kontak, sembari mewaspadai kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terus bergolak.
