TNI AU Selidiki Dugaan Kekerasan Atas Kematian Serda AMF di Magetan

SBNNEWS.ID - TNI Angkatan Udara (TNI AU) melalui Polisi Militer (Pomau) resmi melakukan penyelidikan mendalam atas meninggalnya Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF) di Magetan, Jawa Timur, yang terjadi pada Kamis (10/9). 

Langkah hukum ini diambil menyusul adanya indikasi kekerasan fisik yang dialami prajurit tersebut sebelum dinyatakan meninggal. Pihak TNI AU berkomitmen mengusut tuntas peristiwa ini secara profesional untuk mengungkap kronologi serta fakta-fakta yang berkaitan secara utuh.

Penyelidikan dimulai setelah munculnya dugaan bahwa Serda AMF menjadi korban penganiayaan di lingkungan asrama. 

Kepala Dinas Penerangan TNI AU menegaskan bahwa saat ini Pomau telah meminta keterangan dari sejumlah pihak dan terus mengumpulkan bukti-bukti pendukung. 

"Pomau telah meminta keterangan dari sejumlah pihak serta mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti yang diperlukan. Pemeriksaan terhadap sejumlah personel masih berlangsung," tulis keterangan resmi TNI AU melalui akun Instagram @militer.udara pada Jumat (11/9).

Ayah almarhum, Toni Eko Prasetyo, mengungkapkan adanya kejanggalan signifikan dalam kematian putra pertamanya tersebut. Awalnya, pihak keluarga menerima informasi bahwa Serda AMF meninggal dunia akibat kecelakaan pada Kamis dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. 

Namun, informasi susulan yang diterima keluarga justru mengarah pada dugaan penganiayaan oleh oknum senior yang berjumlah sekitar empat orang. Peristiwa tersebut diduga terjadi di asrama pada pukul 03.00 WIB sebelum korban akhirnya dinyatakan meninggal.

Berdasarkan bukti foto yang dikirimkan kepada keluarga, terdapat luka fisik yang mencolok pada jasad korban, khususnya di bagian wajah atau dagu serta bagian dada. 

Jenazah Serda AMF sempat dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses autopsi sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan. Kondisi fisik yang dianggap tidak wajar inilah yang memperkuat desakan keluarga agar kasus ini diusut secara transparan dan tuntas.

TNI AU menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Pihak pimpinan menegaskan tidak akan ada toleransi bagi prajurit yang terbukti bersalah dan sanksi tegas akan diberikan sesuai hukum militer yang berlaku. 

Saat ini, fokus utama tim penyidik Pomau adalah menyesuaikan keterangan saksi dengan hasil autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian sang prajurit serta menjaga objektivitas penanganan perkara.

Baca Juga
REKOMENDASI PRODUK PILIHAN
Sepatu Running HOKA

Sepatu Running HOKA

Sporty, bahan kulit microfiber, mudah dibersihkan, & anti-slip.

Cek Harga di Toped
Sepatu Dinas Tali Putar ZENICH Black

Sepatu Dinas Tali Putar ZENICH

Formal kerja hitam glossy, inovasi tali putar & tactical waterproof.

Cek Harga di Toped
Sepatu Running Arexdo Ex-Pro

Sepatu Running Arexdo Ex-Pro

Sol EVA Phylon super empuk, ringan, & anti-slip untuk olahraga.

Cek Harga di Toped
Jaket Outdoor Anti Air

Jaket Outdoor Anti Air

Parasut premium anti air, ringan, kuat, & tahan angin untuk outdoor.

Cek Harga di Toped