SBNNEWS.ID - Sebuah video yang memperlihatkan penangkapan seorang warga negara Indonesia (WNI) oleh tentara Ukraina viral di media sosial, memicu diskusi luas mengenai keterlibatan warga sipil Indonesia dalam konflik Rusia-Ukraina.
Pria yang diduga merupakan salah satu dari tentara bayaran Rusia tersebut terlihat sedang menjalani interogasi oleh pasukan Ukraina setelah tertangkap di medan perang.
Dalam unggahan video yang dibagikan akun Instagram @infokomando.official, pria tersebut memberikan keterangan yang mengejutkan kepada para prajurit Ukraina. Ia mengaku pada awalnya mendaftar untuk pekerjaan sebagai tenaga pembersih (cleaning service) di Rusia, namun justru dipaksa memanggul senjata dan dikirim ke garis depan pertempuran.
Dalam cuplikan tersebut, ia tampak tenang saat menjelaskan latar belakang keberadaannya di wilayah konflik.
Selama proses interogasi, prajurit Ukraina mempertanyakan lokasi serta jumlah rekan-rekan sesama WNI lainnya. Namun, keterangan pria tersebut menuai skeptisisme dari pihak penyergap. Ia mengklaim baru tiba di lokasi tersebut satu hari sebelumnya.
Pernyataan ini dianggap tidak masuk akal oleh tentara Ukraina karena pria tersebut diketahui telah menempuh perjalanan darat sejauh 10 kilometer di zona tempur aktif, sebuah jarak yang mustahil ditempuh dalam waktu sesingkat itu bagi personel baru.
Insiden ini memperkuat laporan Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina (FISU) yang sebelumnya merilis daftar delapan nama WNI yang diduga direkrut oleh militer Rusia. FISU menyebutkan bahwa skema perekrutan sering kali melibatkan janji gaji tinggi dan pekerjaan non-tempur untuk menarik minat warga asing.
Kementerian Luar Negeri RI kini tengah melakukan verifikasi mendalam atas kebenaran video tersebut guna memastikan status kewarganegaraan individu yang bersangkutan serta memberikan perlindungan hukum jika terbukti adanya unsur penipuan dalam proses perekrutannya.
