SBNNEWS.ID - Sebanyak lima orang warga Suku Anak Dalam (SAD) yang diduga kuat terlibat dalam insiden pengeroyokan terhadap prajurit TNI di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, secara kooperatif memilih untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.
Kelima terduga pelaku mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sarolangun guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Proses penyerahan diri ini berlangsung dengan pengawalan serta pendampingan langsung dari unsur keluarga, tokoh masyarakat setempat, aparat Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.
Kehadiran mereka di kantor polisi menunjukkan adanya komunikasi yang baik antara aparat penegak hukum, pemangku adat, dan warga setempat dalam meredam ketegangan pascainsiden bentrok yang sempat terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit.
Sebelumnya, ketegangan sempat mencuat akibat kesalahpahaman di lapangan yang berujung pada aksi penyerangan terhadap personel TNI yang bertugas di wilayah tersebut.
Namun berkat pendekatan persuasif, koordinasi intensif lintas sektoral, serta imbauan dari jajaran pimpinan aparat keamanan dan pemerintah daerah, situasi berhasil dikendalikan tanpa meluas menjadi konflik horizontal yang lebih besar.
Pihak kepolisian setempat mengapresiasi langkah kooperatif para terduga pelaku dan keluarganya yang memilih jalur hukum.
Aparat juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada proses hukum yang berlaku tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri. Situasi keamanan di wilayah Sarolangun kini dipastikan sudah kembali aman dan kondusif.